1. Pengertian penduduk dan masyarakat, serta faktor migrasi dan
kebudayaan masyarakat.
Penduduk adalah orang-orang
yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku
dan saling berintraksi satu sama lain secara terus menerus/kontinu.dalam
sosiologi penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan
ruang tertentu.
Penduduk suatu Negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
-orang yang tinggal di dartah tersebut
-orang yang secara hokum berhak tinggal di daerah tersebut.dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu.misalkan bukti kewarganegaraan,tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Kecepatan penduduk di hitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Penduduk suatu Negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
-orang yang tinggal di dartah tersebut
-orang yang secara hokum berhak tinggal di daerah tersebut.dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu.misalkan bukti kewarganegaraan,tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Kecepatan penduduk di hitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Masyarakat mempunyai arti sekumpulan orang
yang terdiri dari berbagai kalangan dan tinggal didalam satu wilayah, kalangan
bisa terdiri dari kalangan orang mampu hingga orang yang tidak mampu.
Masyarakat yang sesungguhnya adalah sekumpulan orang yang telah memiliki hukum
adat, norma-norma dan berbagai peraturan yang siap untuk ditaati.
Dalam suatu perkembangan daerah,
masyarakat bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu masyarakat maju dan masyarakat
sederhana. Masyarakat maju adalah masyarakat yang memiliki pola pikir untuk
kehidupan yang akan dicapainya dengan kebersamaan meskipun berbeda golongan.
sedangkan masyarakat sederhana adalah sekumpulan masyarakat yang mempunyai pola
pikir yang primitif, yang hanya membedakan antara laki-laki dan perempuan saja.
Faktor-faktor migrasi dan
kebudayaan masyarakat :
Faktor-faktor migrasi :
·
Berkurangnya lapangan pekerjaan
didaerah asal, sehingga banyak imigrant yang berpindah ketempat lain yang
mempunyai lapangan pekerjaan banyak.
·
Adanya tekanan-tekanan pada bidang
politik yang melanggar hak asasi penduduk didaerah asal.
·
Adanya tekanan pada bidang agama.
·
Adanya tekanan perbedaan suku,
karena tidak adanya rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan suku
budaya sehingga bisa mengakibatkan perselisihan antar suku.
·
Alasan pendidikan dan perkawinan.
·
Bencana alam seperti banjir, tanah
longsor, gempa bumi, dsb.
·
Adanya wabah penyakit yang menular,
sehingga para penduduk bermigrasi untuk menghindari wabah penyakit yang terjadi
didaerah asal mereka.
Faktor-faktor kebudayaan masyarakat
:
Faktor intern :
·
Bertambah dan berkurangnya penduduk
(kematian, kelahiran, migrasi)
·
Adanya penemuan baru
a. discovery : penemuan ide atau
alat baru yang belum pernah ada
b. invention : penyempurnaan
penemuan baru
c. inovation : pembaruan atau
penemuan baru yang diterapkan dalam
kehidupan manusia sehingga menambah, melengkapi dan mengganti yang sudah
ada.
Faktor ekstren :
·
Perubahan alam
·
Peperangan
·
Pengaruh dari kebudayaan lain
Contoh kasus yang terjadi
dimasyarakat :
Kota-kota besar di Indonesia
seperti Jakarta akan menghadapi persoalan bertambahnya penduduk akibat migrasi
dari desa ke kota. Migrasi tersebut sebagai akibat ajakan dari mereka yang
selama ini sudah bekerja di kota kepada mereka yang berada di desa. Ajakan
tersebut berhasil karena dua faktor yaitu faktor penarik dan faktor pendorong.
Faktor penarik berupa daya tarik ekonomi dari kota seperti: memberikan pendapatan lebih besar daripada di desa. Sedangkan faktor pendorong berasal dari desa antara lain makin sedikitnya lapangan pekerjaan di desa akibat konversi lahan dari sawah ke perumahan dan industri yang terjadi secara besar-besaran.
Bertambahnya penduduk kota setelah lebaran akibat ”migrasi ajakan” ini tentu akan makin menambah besar dan padatnya penduduk kota. Padahal selama ini pun di samping migrasi yang bersifat tetap, kota-kota besar sudah menghadapi masalah berupa migrasi sirkuler atau penglaju. Sebagai contoh Jakarta, penduduk malamnya (atau penduduk tetapnya) berjumlah 9,5 juta jiwa. Tetapi penduduk siang (ditambah dengan para penglaju) bisa mencapai 12 juta jiwa. Para penglaju ke Jakarta tersebut berasal dari wilayah sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Faktor penarik berupa daya tarik ekonomi dari kota seperti: memberikan pendapatan lebih besar daripada di desa. Sedangkan faktor pendorong berasal dari desa antara lain makin sedikitnya lapangan pekerjaan di desa akibat konversi lahan dari sawah ke perumahan dan industri yang terjadi secara besar-besaran.
Bertambahnya penduduk kota setelah lebaran akibat ”migrasi ajakan” ini tentu akan makin menambah besar dan padatnya penduduk kota. Padahal selama ini pun di samping migrasi yang bersifat tetap, kota-kota besar sudah menghadapi masalah berupa migrasi sirkuler atau penglaju. Sebagai contoh Jakarta, penduduk malamnya (atau penduduk tetapnya) berjumlah 9,5 juta jiwa. Tetapi penduduk siang (ditambah dengan para penglaju) bisa mencapai 12 juta jiwa. Para penglaju ke Jakarta tersebut berasal dari wilayah sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Tanggapan mengenai kasus diatas :
Daerah-daerah di Indonesia terutama daerah yang
jauh dari kota-kota besar masih kekurangan banyak lapangan pekerjaan, sehingga
penduduk asal daerah tersebut banyak yang memilih mencari pekerjaan di
kota-kota besar. Alhasil yang daerah-daerah yang seharusnya dikembangkan oleh
penduduk aslinya, malah dibiarkan begitu saja karena penduduk aslinya sudah
nyaman bekerja di kota-kota besar. Seharusnya pemerintah setempat bisa membuka
lapangan pekerjaan yang luas dan memperbaiki SDM dan SDA daerah tersebut,
sehingga penduduk asli daerah itu tidak akan mencari pekerjaan ditempat lain.
Mereka akan nyaman bekerja di tempat asal mereka karena banyak lapangan
pekerjaan atau pun mereka bisa membuat lapangan pekerjaan itu sendiri.
2. Pengertian individu dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan.
Individu berasal dari
kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi” dalam
ilmu sosial paham individu menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwayang
majemuk, memegang peranan dalam hidup manusia. Individu merupakan kesatuan
terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan.
Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas
atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu
yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana
aspek-aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan
merusak aspek lainnya.
Individu mempunyai ciri-ciri
memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan,
interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luardan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi
individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat
yang menjadi latar individu
tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan prilaku
pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut, seperti di
indonesia individunya menjunjung tinggi prilaku sopan santun, dan beretika
dalam bersosialisasi.Individu selalu berada didalam kelompok, peranan mkelompok
tersebut adalahuntuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi.
Dimana prosesnya tergantung kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung
proses juga dapat menjadi penghambat proses
menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor penghambat
juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :
· Pendirian Nativistik : Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir
· Pendirian Empiristik & Environmentalistik: Pertumbuhan dipengaruhi lingkungan
· Pendirian konvergensi & Interaksionisme: Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir dan di pengaruhi lingkungan.
· Pendirian Nativistik : Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir
· Pendirian Empiristik & Environmentalistik: Pertumbuhan dipengaruhi lingkungan
· Pendirian konvergensi & Interaksionisme: Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir dan di pengaruhi lingkungan.
Contoh kasus yang terjadi dimasyarakat :
2 bocah yang kelaparan lalu memakan tanah
Sungguh
miris apa yang terjadi pada dua anak yang bernama Rio (5) dan Rizki (8).
Kemiskinan yang membelenggu keluarga mereka telah menyebabkan keduanya
menderita gizi buruk karena terbiasa makan tanah.
Kedua
anak yang tinggal di Korong Olo, Nagari Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten
Padang Pariaman itu diketahui menderita marasmus dan kwashiorkor atau yang biasa
disebut gizi buruk. Saat ini, kedua anak yang masih bersaudara ini, sudah
dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman.
Tanggapan saya
tentang kasus diatas adalah :
Menurut saya masyarakat
di zaman sekarang ini kurang memperhatikan lingkungan sekitar mereka, misalnya
mereka tidak pernah betegur sapa dengan tetangga atau penduduk disekitar tempat
tinggal mereka. Jadi bisa dibilang mereka terkesan cuek dan tidak mau tahu apa
yang terjadi disekitar mereka. Seperti pada kasus diatas, seharusnya tetangga
yang tinggal disekitar rumah 2 anak tersebut mengetahui keadaan mereka yang
membutuhkan makanan atau mungkin kerabat terdekat mereka haruslah tahu keadaan
mereka dan segera membantu 2 anak itu dengan memberi makan yang bergizi agar
kasus tersebut tidak terjadi.
3. Peranan pemuda dalam sosialisasi, internalisasi belajar dan pembinaan pengembangan generasi muda
PEMUDA merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekeuasaan. Sejarah telah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh mengorbankan dirinya untuk bangsa dan Negara.
Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional. Tanpa keikut sertaannya generasi muda, tujuan pembangunan ini akan sangat sulit sekali tercapai. Hal ini bukan saja karena p[emuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangan. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Contoh kasus dimasyarakat :
SEMARANG – Budayawan KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menilai, generasi muda saat ini banyak yang kehilangan identitas bangsa. Dampaknya, mereka tak lagi memiliki karakter bangsa yang kuat. Ditambah lagi falsafah Pancasila yang kini mulai dilupakan.
"Yang muslim kehilangan keislamannya dan yang Indonesia kehilangan Pancasilanya. Ini sangat memprihatinkan," kata Gus Mus saat memberikan tausiah atau ceramah kepada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang, akhir pekan lalu.
Lunturnya karakter bangsa saat ini juga disebabkan banyaknya masyarakat yang selalu bersifat berlebihan. "Yang menjadi pejabat ya gila kekuasaan dan korupsi. Generasi muda saat ini kehilangan panutan. Mereka membutuhkan keteladanan dari seseorang yang ditiru. Kalau di sekolah, berarti ya guru dan kepala sekolahnya," imbuhnya.
"Yang muslim kehilangan keislamannya dan yang Indonesia kehilangan Pancasilanya. Ini sangat memprihatinkan," kata Gus Mus saat memberikan tausiah atau ceramah kepada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang, akhir pekan lalu.
Lunturnya karakter bangsa saat ini juga disebabkan banyaknya masyarakat yang selalu bersifat berlebihan. "Yang menjadi pejabat ya gila kekuasaan dan korupsi. Generasi muda saat ini kehilangan panutan. Mereka membutuhkan keteladanan dari seseorang yang ditiru. Kalau di sekolah, berarti ya guru dan kepala sekolahnya," imbuhnya.
Tanggapan mengenai kasus diatas :
Menurut saya generasi muda zaman sekarang terlalu mengikuti budaya luar, sehingga mereka lupa dengan budaya mereka sendiri yakni budaya Indonesia. Kebanyakan dari mereka lebih bangga jika mereka tahu semua tentang budaya luar dan mereka melupakan budaya mereka sendiri, sehingga lama kelamaan budaya Indonesia itu sendiri akan hilang karna sudah tidak ada lagi yang melestarikannya, tetapi mereka baru bertindak apabila budaya mereka sendiri tersebut diakui oleh negara lain.
NAMA : SARAH HABIBA ZAHRA
KELAS : 2SA03
NPM : 16612838