Minggu, 20 Oktober 2013

TUGAS SOFTSKILL ILMU SOSIAL DASAR

1. Pengertian penduduk dan masyarakat, serta faktor migrasi dan kebudayaan masyarakat.
Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berintraksi satu sama lain secara terus menerus/kontinu.dalam sosiologi penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk suatu Negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
-orang yang tinggal di dartah tersebut
-orang yang secara hokum berhak tinggal di daerah tersebut.dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu.misalkan bukti kewarganegaraan,tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Kecepatan penduduk di hitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Masyarakat mempunyai arti sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan tinggal didalam satu wilayah, kalangan bisa terdiri dari kalangan orang mampu hingga orang yang tidak mampu. Masyarakat yang sesungguhnya adalah sekumpulan orang yang telah memiliki hukum adat, norma-norma dan berbagai peraturan yang siap untuk ditaati.
Dalam suatu perkembangan daerah, masyarakat bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu masyarakat maju dan masyarakat sederhana. Masyarakat maju adalah masyarakat yang memiliki pola pikir untuk kehidupan yang akan dicapainya dengan kebersamaan meskipun berbeda golongan. sedangkan masyarakat sederhana adalah sekumpulan masyarakat yang mempunyai pola pikir yang primitif, yang hanya membedakan antara laki-laki dan perempuan saja.

Faktor-faktor migrasi dan kebudayaan masyarakat :
Faktor-faktor migrasi :
·         Berkurangnya lapangan pekerjaan didaerah asal, sehingga banyak imigrant yang berpindah ketempat lain yang mempunyai lapangan pekerjaan banyak.
·         Adanya tekanan-tekanan pada bidang politik yang melanggar hak asasi penduduk didaerah asal.
·         Adanya tekanan pada bidang agama.
·         Adanya tekanan perbedaan suku, karena tidak adanya rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan suku budaya sehingga bisa mengakibatkan perselisihan antar suku.
·         Alasan pendidikan dan perkawinan.
·         Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dsb.
·         Adanya wabah penyakit yang menular, sehingga para penduduk bermigrasi untuk menghindari wabah penyakit yang terjadi didaerah asal mereka.
Faktor-faktor kebudayaan masyarakat :
Faktor intern :
·         Bertambah dan berkurangnya penduduk (kematian, kelahiran, migrasi)
·         Adanya penemuan baru
a. discovery : penemuan ide atau alat baru yang belum pernah ada
b. invention : penyempurnaan penemuan baru
c. inovation : pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam     kehidupan manusia sehingga menambah, melengkapi dan mengganti yang sudah ada.
Faktor ekstren :
·         Perubahan alam
·         Peperangan
·         Pengaruh dari kebudayaan lain
Contoh kasus yang terjadi dimasyarakat :
Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta akan menghadapi persoalan bertambahnya penduduk akibat migrasi dari desa ke kota. Migrasi tersebut sebagai akibat ajakan dari mereka yang selama ini sudah bekerja di kota kepada mereka yang berada di desa. Ajakan tersebut berhasil karena dua faktor yaitu faktor penarik dan faktor pendorong. 
Faktor penarik berupa daya tarik ekonomi dari kota seperti: memberikan pendapatan lebih besar daripada di desa. Sedangkan faktor pendorong berasal dari desa antara lain makin sedikitnya lapangan pekerjaan di desa akibat konversi lahan dari sawah ke perumahan dan industri yang terjadi secara besar-besaran.
Bertambahnya penduduk kota setelah lebaran akibat ”migrasi ajakan” ini tentu akan makin menambah besar dan padatnya penduduk kota. Padahal selama ini pun di samping migrasi yang bersifat tetap, kota-kota besar sudah menghadapi masalah berupa migrasi sirkuler atau penglaju. Sebagai contoh Jakarta, penduduk malamnya (atau penduduk tetapnya) berjumlah 9,5 juta jiwa. Tetapi penduduk siang (ditambah dengan para penglaju) bisa mencapai 12 juta jiwa. Para penglaju ke Jakarta tersebut berasal dari wilayah sekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
 Tanggapan mengenai kasus diatas :
Daerah-daerah di Indonesia terutama daerah yang jauh dari kota-kota besar masih kekurangan banyak lapangan pekerjaan, sehingga penduduk asal daerah tersebut banyak yang memilih mencari pekerjaan di kota-kota besar. Alhasil yang daerah-daerah yang seharusnya dikembangkan oleh penduduk aslinya, malah dibiarkan begitu saja karena penduduk aslinya sudah nyaman bekerja di kota-kota besar. Seharusnya pemerintah setempat bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas dan memperbaiki SDM dan SDA daerah tersebut, sehingga penduduk asli daerah itu tidak akan mencari pekerjaan ditempat lain. Mereka akan nyaman bekerja di tempat asal mereka karena banyak lapangan pekerjaan atau pun mereka bisa membuat lapangan pekerjaan itu sendiri.

2. Pengertian individu dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.
 Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi” dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwayang majemuk, memegang peranan dalam hidup manusia. Individu merupakan kesatuan terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek-aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.
Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luardan dalam dirinya.  Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat  yang  menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan prilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut, seperti di indonesia individunya menjunjung tinggi prilaku sopan santun, dan beretika dalam bersosialisasi.Individu selalu berada didalam kelompok, peranan mkelompok tersebut adalahuntuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantung kelompok dan lingkungan dapat  menjadi faktor  pendukung  proses  juga dapat  menjadi penghambat  proses  menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor  penghambat  juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :
· Pendirian Nativistik : Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir
· Pendirian Empiristik & Environmentalistik: Pertumbuhan dipengaruhi          lingkungan
· Pendirian konvergensi & Interaksionisme: Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir dan di pengaruhi lingkungan.
Contoh kasus yang terjadi dimasyarakat :
2 bocah yang kelaparan lalu memakan tanah
Sungguh miris apa yang terjadi pada dua anak yang bernama Rio (5) dan Rizki (8). Kemiskinan yang membelenggu keluarga mereka telah menyebabkan keduanya menderita gizi buruk karena terbiasa makan tanah.
Kedua anak yang tinggal di Korong Olo, Nagari Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman itu diketahui menderita marasmus dan kwashiorkor atau yang biasa disebut gizi buruk. Saat ini, kedua anak yang masih bersaudara ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman.
Tanggapan saya tentang kasus diatas adalah :

Menurut saya masyarakat di zaman sekarang ini kurang memperhatikan lingkungan sekitar mereka, misalnya mereka tidak pernah betegur sapa dengan tetangga atau penduduk disekitar tempat tinggal mereka. Jadi bisa dibilang mereka terkesan cuek dan tidak mau tahu apa yang terjadi disekitar mereka. Seperti pada kasus diatas, seharusnya tetangga yang tinggal disekitar rumah 2 anak tersebut mengetahui keadaan mereka yang membutuhkan makanan atau mungkin kerabat terdekat mereka haruslah tahu keadaan mereka dan segera membantu 2 anak itu dengan memberi makan yang bergizi agar kasus tersebut tidak terjadi. 

3. Peranan pemuda dalam sosialisasi, internalisasi belajar dan pembinaan pengembangan generasi muda
PEMUDA merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekeuasaan. Sejarah telah mencatat kiprah pemuda-pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan penuh semangat biarpun jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Sukarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan lain-lain dengan penuh mengorbankan dirinya untuk bangsa dan Negara.
Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional. Tanpa keikut sertaannya generasi muda, tujuan pembangunan ini akan sangat sulit sekali tercapai. Hal ini bukan saja karena p[emuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangan. Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Contoh kasus dimasyarakat :
SEMARANG – Budayawan KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menilai, generasi muda saat ini banyak yang kehilangan identitas bangsa. Dampaknya, mereka tak lagi memiliki karakter bangsa yang kuat. Ditambah lagi falsafah Pancasila yang kini mulai dilupakan. 
"Yang muslim kehilangan keislamannya dan yang Indonesia kehilangan Pancasilanya. Ini sangat memprihatinkan," kata Gus Mus saat memberikan tausiah atau ceramah kepada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang, akhir pekan lalu. 
Lunturnya karakter bangsa saat ini juga disebabkan banyaknya masyarakat yang selalu bersifat berlebihan. "Yang menjadi pejabat ya gila kekuasaan dan korupsi. Generasi muda saat ini kehilangan panutan. Mereka membutuhkan keteladanan dari seseorang yang ditiru. Kalau di sekolah, berarti ya guru dan kepala sekolahnya," imbuhnya.
Tanggapan mengenai kasus diatas :
Menurut saya generasi muda zaman sekarang terlalu mengikuti budaya luar, sehingga mereka lupa dengan budaya mereka sendiri yakni budaya Indonesia. Kebanyakan dari mereka lebih bangga jika mereka tahu semua tentang budaya luar dan mereka melupakan budaya mereka sendiri, sehingga lama kelamaan budaya Indonesia itu sendiri akan hilang karna sudah tidak ada lagi yang melestarikannya, tetapi mereka baru bertindak apabila budaya mereka sendiri tersebut diakui oleh negara lain.

NAMA : SARAH HABIBA ZAHRA
KELAS : 2SA03
NPM : 16612838