Nama : Sarah Habiba Zahra
Kelas : 1SA03
Dosen Pembimbing : Leni Tiwiyanti
NPM : 16612838
Sifat-Sifat Iklan
Berikut ini beberapa teori mengenai sifat-sifat iklan :
1. Mittal 1999
menyebutkan lima sifat iklan yang berhubungan dengan ketidakberwujudan dari
iklan.
Sifat-sifat
itu antara lain :
a. Abstrak (abstractness)
Meskipun dalam beberapa kasus, iklan dapat diwujudkan dalam bentuk spanduk, baliho atau media periklanan lainnya yang berwujud secara fisik namun pada dasarnya hakikat iklan itu tidak berwujud atau abstrak. hal ini dikarenakan esensi iklan itu adalah pesan atau berita yang dibuat perusahaan yang tentu saja sifat pesan adalah abstrak.
b. Penyajian publik
Iklan bersifat general, umum dan lazim karena tujuan iklan adalah untuk dikomsumsi oleh masyarakat secara umum dan bersifat standar.
c. Kemampuan meresap
Iklan yang baik adalah iklan yang mempunyai kemampuan untuk meresap dan dimaknai sesuai dengan keinginan pemasang iklan.
d. Ekspresi yang diperkuat
Iklan yang baik harus mempunyai kemampuan untuk memperkuat ekspresi produk atau jasa dan bahkan citra perusahaan yang diiklankan melalui sarana warna, bentuk, animasi, suara dan pemilihan kata yang tepat.
e. Tidak mengenai orang tertentu
Iklan yang baik tidak menggambarkan atau ditujukan kepada seseorang secara subjektif melainkan bersifat umum.
a. Abstrak (abstractness)
Meskipun dalam beberapa kasus, iklan dapat diwujudkan dalam bentuk spanduk, baliho atau media periklanan lainnya yang berwujud secara fisik namun pada dasarnya hakikat iklan itu tidak berwujud atau abstrak. hal ini dikarenakan esensi iklan itu adalah pesan atau berita yang dibuat perusahaan yang tentu saja sifat pesan adalah abstrak.
b. Penyajian publik
Iklan bersifat general, umum dan lazim karena tujuan iklan adalah untuk dikomsumsi oleh masyarakat secara umum dan bersifat standar.
c. Kemampuan meresap
Iklan yang baik adalah iklan yang mempunyai kemampuan untuk meresap dan dimaknai sesuai dengan keinginan pemasang iklan.
d. Ekspresi yang diperkuat
Iklan yang baik harus mempunyai kemampuan untuk memperkuat ekspresi produk atau jasa dan bahkan citra perusahaan yang diiklankan melalui sarana warna, bentuk, animasi, suara dan pemilihan kata yang tepat.
e. Tidak mengenai orang tertentu
Iklan yang baik tidak menggambarkan atau ditujukan kepada seseorang secara subjektif melainkan bersifat umum.
2. Sifat Iklan dalam
konteks komunikasi
1) Informasi dan Persuasi
Kata-kata seperti Informasi dan persuasi nampaknya sederhana. Namun, dari dua kata itulah terdapat ciri proses komunkasi. Informasi artinga memberi tahu apa yang dimaksudkan oleh pemberitahu / komunikator yang dalam hal ini diwakili oleh “iklan” untuk menunjukan adanya garis hubungan antara seseorang yang ingin menjual produknya kepada seseorang yang lain yang membutuhkan produk itu. Kunci periklanan justru terdapat pada kecanggihan merumuskan informasi itu ( Bagaimana memasarkan, dan siapa saja yang membutuhkan ).
Persuasi, dalam proses komunikasi sangat dibutuhkan karena aktivitas perpindahan informasi harus mengandung daya tarik dan menggugah suatu perasaan tertentu.
Kata-kata seperti Informasi dan persuasi nampaknya sederhana. Namun, dari dua kata itulah terdapat ciri proses komunkasi. Informasi artinga memberi tahu apa yang dimaksudkan oleh pemberitahu / komunikator yang dalam hal ini diwakili oleh “iklan” untuk menunjukan adanya garis hubungan antara seseorang yang ingin menjual produknya kepada seseorang yang lain yang membutuhkan produk itu. Kunci periklanan justru terdapat pada kecanggihan merumuskan informasi itu ( Bagaimana memasarkan, dan siapa saja yang membutuhkan ).
Persuasi, dalam proses komunikasi sangat dibutuhkan karena aktivitas perpindahan informasi harus mengandung daya tarik dan menggugah suatu perasaan tertentu.
2) Pengontrol informasi
Karena informasi mengenai suatu produk tertentu disebarluaskan melalu media massa dan bersifat terbuka, maka sebelum dimasukan ke media informasi harus menempuh tahapan tertentu. Bisa meliputi isi, penggunaan waktu, ruang, dan tujuan khalayak sasaran.
3) Media Komunikasi Massa
Perbedaan iklan dngan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah dalam hal komunikasi nonpersonal. Maksudnya adalah dalam komunikasi iklan terdapat alur komunikasi antara si pemasang iklan / sponsor dengan orang pembuat jasa iklan.
Karena informasi mengenai suatu produk tertentu disebarluaskan melalu media massa dan bersifat terbuka, maka sebelum dimasukan ke media informasi harus menempuh tahapan tertentu. Bisa meliputi isi, penggunaan waktu, ruang, dan tujuan khalayak sasaran.
3) Media Komunikasi Massa
Perbedaan iklan dngan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah dalam hal komunikasi nonpersonal. Maksudnya adalah dalam komunikasi iklan terdapat alur komunikasi antara si pemasang iklan / sponsor dengan orang pembuat jasa iklan.
3. Periklanan merupakan
bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang
dibayar oleh sponsor tertentu. Kotler (2005:277) : “Iklan adalah segala bentuk
penyajian non pribadi dan promosi gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor
tertentu yang memerlukan pembayaran.”
Periklanan
mempunyai sifat-sifat :
1. Public Presentation, yaitu iklan memungkinkan setiap orang menerima pesanan yang sama tentang produk yang di-iklan-kan.
2. Pervasiveness, yaitu pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk menetapkan penerimaan informasi.
3. Amplified Expresiveness, yaitu iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggoyangkan audience.
4. Impersonality, yaitu bersifat memaksa audience untuk memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang menolong.
1. Public Presentation, yaitu iklan memungkinkan setiap orang menerima pesanan yang sama tentang produk yang di-iklan-kan.
2. Pervasiveness, yaitu pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk menetapkan penerimaan informasi.
3. Amplified Expresiveness, yaitu iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggoyangkan audience.
4. Impersonality, yaitu bersifat memaksa audience untuk memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang menolong.
4. Dalam membuat iklan
tentunya sangat diharapkan mengenal sifat dari iklan tersebut.
Sifat – sifat tersebut adalah (Suyanto, M., 2006) :
1.
Iklan Informasi
Iklan
informasi
adalah iklan yang bersifat memberikan informasi ke pasar tentang adanya produk
baru serta memberitahukan pasar tentang kegunaan baru suatu produk, perubahan
harga, menjelaskan cara kerja suatu produk, menjelaskan pelayanan yang
tersedia, mengoreksi kesan yang salah, mengurangi kecemasan pembeli dan
membangun citra perusahaan. Biasanya dilakukan besar – besaran pada tahap awal
suatu jenis produk.
2.
Iklan Persuasi
Iklan
persuasi
adalah iklan yang bersifat membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu,
yang dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk preferensi merek,
mendorong alih merek, mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk,
membujuk pembeli untuk membeli sekarang, dan membujuk pembeli menerima, mencoba
atau mensimulasikan penggunaan produk.
Biasanya
untuk iklan berbentuk persuasi dilakukan dengan menggunakan citra merek ataupun
atribut dari produk tersebut. Misalnya dengan iklan mobil Volvo yang menekankan
pada keamanan.
Efek
yang ditimbulkan dari iklan bentuk ini adalah pemirsa secara perlahan – lahan
mengalihkan persepsinya tentang atribut tertentu sebuah merek dengan kata lain
mempengaruhi secara marginal mental pemirsa tentang atribut tertentu dari merek
tersebut.
Hal
yang biasanya dilakukan adalah dengan memberikan pancingan – pancingan tertentu
terhadap merek seperti kata – kata “mudah disisir”, “menghilangkan ketombe” dan
sebagainya.
Iklan
persuasi mungkin sedikit meningkatkan citra sebuah merek tetapi kadang – kadang
iklan tidak bertujuan mengubah citra merek itu sendiri, melainkan citra orang
yang merupakan pemakai khusus merek tersebut.
3.
Iklan Pengingat
Iklan
pengingat
adalah iklan yang bersifat mengingatkan pembeli tentang produk yang sudah mapan
bahwa produk tersebut mungkin akan dibutuhkan kemudian, mengingatkan pembeli
dimana dapat membelinya, membuat pembeli tetap mengingat produk itu walau tidak
dalam musimnya, dan mempertahankan kesadaran puncak.
Salah
satu cara agar sebuah iklan dapat diingat oleh pemirsanya adalah dengan cara
pengulangan. Pengulangan disini lebih dimaksudkan untuk meningkatkan daya salience dari
pemirsanya.
Istilah
salience
sendiri dapat didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa sesuatu akan berada dalam
pikiran sadar pada saat – saat tertentu.
Dalam
hal ini tentunya pihak perusahaan biasanya mengeluarkan dana yang cukup besar
dalam upayanya untuk meningkatkan daya salience
dari pemirsanya dengan melakukan pengulangan secara kontinu terhadap suatu
produk agar dapat diingat secara sadar dan terus menerus.
4.
Iklan Penambah Nilai
Iklan
yang bersifat menambah nilai merek pada persepsi konsumen dengan melakukan
inovasi, perbaikan kualitas dan penguatan persepsi konsumen.Iklan yang efektif
akan menyebabkan merek dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih prestisius,
dan mungkin super di dalam persaingan.
5.
Iklan Bantuan Aktivitas Lain Perusahaan.
Iklan
yang bersifat membantu memfasilitasi aktivitas lain perusahaan dalam proses
komunikasi pemasaran, misalnya iklan membantu pelepasan promosi penjualan,
membantu wiraniaga, menyempurnakan hasil komunikasi pemasaran yang lain.
5. Dengan banyaknya
bentuk dan penggunaan periklanan, maka sulit membuat suatu generalisasi tentang
sifat-sifat khusus mengenai periklanan yang merupakan suatu komponen dari
bauran promosi. Namun sifat-sifat tersebut dapat diperhatikan seperti menurut
Kotler yang diterjemahkan oleh Hendra Teguh, Ronny A. Rusli dan Benyamin Molan
(2004:243) mengemukakan bahwa sifat-sifat iklan sebagai berikut :
1.
Persentasi Umum
Periklanan
adalah suatu cara komunikasi yang sangat umum, sifat yang umum ini semacam
keabsahan produk dan penawarannya yang terstandarisasi, karena banyak orang
menerima pesan yang sama, pembeli tahu bahwa motif mereka untuk membeli produk
tersebut akan dimaklumi oleh umum.
2.
Tersebar Luas
Periklanan
adalah medium berdaya sebar luas yang memungkinkan penjual mengulang suatu
pesan berkali-kali. Iklan juga memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan
pesan yang sama dari para pesaing. Periklaan berskala besar oleh penjual
menunjukkan suatu yang positif tentang ukuran, kekuatan, dan keberhasilan
penjualan.
3.
Expansi Yang Lebih Kuat
Periklanan
membuat peluang untuk mendramatisasi perusahaan dari produknya melalui
penggunaan cetakan, suara, dan warna yang penuh seni. Namun kadang-kadang
kemampuan berekspresi yang terlalu berhasil dari iklan dapat meremehkan pesan
atau mengalihkan perhatian dari pesan.
4.
Tidak Bersifat Pribadi
Periklanan
tidak memiliki kemampuan memaksa seperti wira niaga perusahaan, audien tidak
merasa wajib memperhatikan atau menanggapi. Iklan hanya mampu melakukan monolog
bukan dialog dengan audiens.
Sumber
: